Kamu Melengkapi Hidupku

Kita tidak bisa berdiri sendiri, apalagi hidup sendiri. Nyaris seluruh aspek kehidupan kita, pasti melibatkan orang lain. Mulai dari kelahiran kita di dunia, hingga nanti kematian menjemput, kita membutuhkan orang lain.

Kadang bantuan datang tanpa diharapkan dan dari orang yang juga tidak diharapkan.
Kadang pertolongan datang di saat kita tidak membutuhkannya sama sekali, bahkan kehadirannya terasa begitu mengganggu. Benarkah semua yang hadir dalam hidup dan kehidupan ini datang karena kita yang mengundang?

Mendapatkan bantuan yang tidak diharapkan kedatangannya kadang bisa menyakitkan, karena orang lain masuk dalam kehidupan kita seolah mengerti apa yang dibutuhkan.
Pernah merasa demikian? Saya pernah.
Ya, rasanya tidak menyenangkan. Tapi kalau dipikir sekali lagi, benarkah saya tidak membutuhkan bantuan atau sebenarnya bantuan yang datang tidak seperti yang diharapkan?

Banyak pelajaran yang terjadi dalam perjalanan kehidupan ini, yang membuat saya mencapai kesimpulan, setiap hal yang terjadi pasti ada pelajaran di baliknya. Pertemuan dengan orang yang tidak menyenangkan. Mendapati peristiwa yang menyakitkan. Bahkan dalam perjumpaan yang membahagiakan pun terdapat pelajaran di dalamnya.

Pernah satu kali, saya dikhianati oleh teman sekerja yang kebetulan satu almamater dengan saya. Semua yang saya kerjakan diklaim sebagai pekerjaannya. Saya seolah ditinggalkan tanpa pembelaan, bahkan oleh atasan langsung yang men-supervisi pekerjaan saya. Ya, saya merasa ditusuk dari belakang. Tapi saya percaya, setiap perbuatan dan kejadian baik, akan terungkap di waktu yang tepat. Biarkan semua yang terlibat mendapatkan hasil yang terbaik.

Dari satu kejadian itu saya belajar. Saya belajar untuk tidak menjadi terlalu naif dan percaya begitu saja pada kebaikan semua orang. Dari peristiwa itu, saya belajar memercayai dan mendengarkan kata hati saya. .

Ya, banyak yang bilang saya absurd, karena kadang menolak bekerja sama dengan seseorang, hanya karena hati saya mengatakan tidak.
Pernah merasa seperti itu? Saya sering.
Dari banyak peristiwa, saya percaya bahwa salah satu cara Tuhan menjaga umat-Nya adalah melalui hati. Hati adalah jembatan komunikasi tercepat antara manusia dengan Tuhannya. Kadang hanya rasa sedikit terganggu, cukup untuk menggelitik saya, mempertanyakan kejadian, ketulusan, dan peristiwa yang hadir di hadapan saya. .

Ya, kadang Tuhan berkomunikasi dengan hamba-Nya melalui cara-cara yang tidak disangka. Bantuan yang datang tiba-tiba, hati yang gelisah, kadang hujan yang mengonfirmasi keraguan yang hadir di hati. Apapun itu adalah tugas kita, manusia untuk selalu bersyukur pada setiap peristiwa dan pelajaran yang hadir dalam hidup dan kehidupan ini.

Seperti halnya, aku bersyukur bisa menemukanmu di tempat dan waktu yang tepat.

Tulisan lain:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *