Memupuk Kesantunan Dengan Menggunakan Tiga Kata Ajaib

Kasus kematian guru akibat kekerasan yang dilakukan oleh siswa di sebuah kota di Jawa Timur, bisa jadi adalah peristiwa kekerasan pertama yang terekspos media, yang dilakukan murid pada guru. Sontak seluruh mata dan telinga mengarah pada pola pendidikan dan kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah. Banyak tudingan yang ditujukan pada siswa tersebut, mamun tidak sedikit yang menyalahkan pihak sekolah, bahkan mungkin ada juga pendapat absurd yang menyalahkan presiden. Ya, mungkin saja ada sedikit celah dalam sistem pendidikan negara ini, tapi bukan itu saja yang terjadi. Terlalu banyak elemen yang hilang dalam pola asuh anak saat ini.

Seorang guru saya pernah berkata, sedikitnya dibutuhkan program berkelanjutan selama dua generasi untuk membentuk karakter suatu bangsa. Artinya apa? Karakter anak saat ini adalah hasil pola asuh orang tua dan lingkungan mereka. Jadi pembentukan karakter yang dilakukan saat ini, hasilnya kemungkinan besar baru akan terlihat hasilnya, 30 – 40 tahun mendatang. Saat anak-anak hari ini, menjadi orang tua dan mengambil peran penting dalam setiap aspek kehidupan berbangsa.

Pembentukan karakter suatu bangsa, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah belaka, melainkan seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana saat ini begitu banyak terjadi kekerasan, bukan hanya orang tua pada anak, tetap juga sebaliknya. Generasi yang lebih mudah telah hilang kesantunan terhadap yang lebih tua. Terlalu banyak pe-er, jika semua ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Ini adalah pe-er besar bangsa ini. Mengembalikan kesantunan yang telah menjadi karakter bangsa ini sejak dulu kali.

Mulai kembali membiasakan penggunaan tiga kata ajaib, tolong, maaf, terima kasih, dalam percakapan sehari-hari ini adalah salah satu cara memupuk kesantunan. Dimulai dari tiga kata sederhana ini, akan dimulai kebiasaan-kebiasaan seperti menghargai orang lain, keinginan untuk membantu, dan menyadari kebutuhan berinteraksi dengan orang lain dalam hidup dan kehidupan ini. Melakukan ini bukanlah hal sulit, karena semua ini bisa dimulai dari diri sendiri, sekarang juga, untuk hal yang paling sederhana.

Tulisan lain:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *