TwitterFacebookRSS

Menunggu itu membosankan… Arrrgh!!!

Pernah disuruh menunggu? Waaaa, saya sering banget.

Banyak yang bilang kalau menunggu itu adalah pekerjaan yang paling menyebalkan. Apa iya beneran begitu?

Coba tanya sama ibu hamil, kenapa sih mau susah-susah nunggu selama 9bulan.

Tanya pada diri Anda, kenapa mau susah-susah sekolah untuk dapat gelar…

Tanya sama penumpang yang menunggu busway???

Jawabannya pasti variatif. Mulai dari terpaksa, mau gak mau, atau emang sukarela menjalani.

Sekarang back to menunggu. Di boarding room bandara SoeTa, saya menunggu pesawat yang katanya delay 30-45menit. Bosen? Sebel? BeTe?

Hehehe… Saya berusaha melihatnya dari different perspective.

Menunggu itu adalah bagian dari proses…

Sama seperti bayi yabg harus menunggu selama 9bulan 10hari dari perut ibunya…

Anak yang perlu melalui SD, SMP sebelum duduk di bangku SMU.

Semua adalah bagian dari proses…

Sama seperti Kupu-kupu yang harus menunggu dalam kepompong untuk keluar menyambut dunia denganm kecantikannya.

Apa maksud saya dengan tulisan ini…

Here we go…

Setiap manusia pasti memiliki impian. Ada yang luar biasa ada yang biasa-biasa saja. Namanya impian, adalah hak dari sang pemimpi hendak dibawa ke mana impiannya.

Jalan menuju impian kadang lurus, kadang mendaki, kadang kita harus belok ke kanan dan ke kiri, sebelum kembali berjalan lurus atau bahkan menghadapi turunan yang begitu curam. Itulah impian.

Kalau kata u*plinenya Fedi Nuril di Menebus Impian.

Impian itu menjijikan. Seperti kupu-kupu yang berasal dari ulat. Atau seperti buah manis yang harus diberi pupuk kandang.

So, banyak jalan dan alasan untuk melupakan impian Anda. Yang perlu diingat adalah saat Anda berjalan mendekat, impian itu berlari menghampiri Anda.

Maukah Anda berproses? Yang jelas, gak akan mudah, saya juga tidak menjanjikan begitu banyak senyuman. Tapi percayalah, saat impian sudah berada bersama Anda… Tanpa disuruhpun, Anda akan tersenyum

Related posts:

MLM Online Bisnis Mudah?
Harapan Dan Investasi
Upgrade Operating System