TwitterFacebookRSS

Indahnya Merasa dengan Hati

Pernah baca buku Quantum Ikhlas yang fenomenal itu?
Kalau belum pernah pilihannya ada dua: pinjem sama yang punya, atau beli buruan… (hihihi… asli gak rugi, karena akan dapat cd audio brainwave)

Kalau sudah pernah, pertanyaannya berlanjut.
dipraktekkan, atau dibiarkan mengendap, hingga terlupakan? Semoga yang pertama ya… amien…

Saya membeli buku fenomenal tersebut nyaris 1.5tahun yang lalu, saat mengenal seorang mantan peragawati yang sekarang aktif di dunia syariah. Entah, apa yang mendorong saya… awal bulan lalu saya kembali tergelitik untuk serius mendengarkan kembali CD audio braiwave dan mempraktekkan isi buku tesrsebut.

Intinya sih mudah ya… menurut buku tersebut: kekuatan perasaan ribuan kali lebih kuat daripada kekuatan pikiran.
Hmm, maksudnya gimana?

Mudahnya seperti ini (semoga abis ini langsung praktek ya…)
Setiap hari kita pasti berdoa ya (apapun kepercayaan Anda), yang kita minta gak jauh dari anak-anak yang sholih/sholihah, pasangan sehidup semati hingga ke surga, rejeki yang tanpa batas dan seterunya dan seterusnya.
Saking seringnya doa itu diucapkan, kadang kita hanya seperti robot yang melakukan pengulangan karena semua kalimat yang ingin diucapkan sama setiap hari, setiap kali berdoa, dst… dst…

Terus apa bedanya dengan metode yang diajarkan oleh Quantum Ikhlas ini?
Dalam berdoa, metode ini mensyaratkan kita untuk ikut merasakan apa yang terjadi, membayangkan apa perasaan kita, saat doa kita terkabul. Kita berdoa, seakan-akan doa tersebut sudah dikabulkan.

Semakin sulit untuk dimengerti? Enggak kok, sebenarnya gampang saja.
Saat berdoa, dimulai dengan kalimat:
“Rasanya pasti menyenangkan kalau saya bla… bla… bla…”
“Rasanya pasti indah kalau anak-anak saya bla… bla… bla…”
“Rasanya tentu menyenangkan jika para downline saya, partner bisnis saya bla… bla… bla…”
Lakukan sambil tersenyum…

Ini yang saya lakukan setiap hari, selama satu bulan ke belakang.
Hasil-nya?
Di luar dugaan, begitu banyak keajaiban yang saya rasakan di bulan Oktober lalu. Sebagai seorang Consultant Oriflame, doa saya tentunya tidak jauh-jauh dari perkembangan  jaringan saya.

Masih menurut buku Quantum Ikhlas tadi, keajaiban-keajaiban itu terjadi karena kita memberitakan pada alam semesta tentang keinginan-keinginan positif kita, sehingga Alam menanggapinya dengan positif juga. Mestakung (= Semesta Mendukung)

Apa saja keajaiban yang datang pada saya bulan ini (saya meuliskan ini tidak bermaksud riya ya… semata-mata hanya ingin membagi trik pada semua):
seorang teman lama yang pernah menghubungi saya untuk bergabung dengan Oriflame, akhirnya setelah 3-4bulan baru mengirimkan ktp-nya
seorang ibu yang datang ke Oriflame untuk menjadi member, tiba-tiba saja menggamit saya sambil bilang begini, “Dek, mau gak jadi u*pline saya”
Belum lagi, begitu banyak prospek saya, yang memutuskan bergabung dengan Oriflame di bulan ini.

Subhanallah, akhirnya saya percaya bahwa the power of feeling is much stronger than the power of mind

Related posts:

Keselamatan equal to Kesuksesan
I'm A Director
Silly Dreamer Lyrics