TwitterFacebookRSS

Belajar dari seekor Kudanil

Baru selesai baca bab pertama buku oleh-oleh dari PH pas belio pulang training yang harganya ribuan dollar itu. Bukunya tipis, judulnya “Where’s the Gift?”

Bab pertama buku itu dimulai dengan dongeng tentang Kuda Nil.

Jaman dulu kala, ternyata kudanil (yang pantatnya gede itu) punya bulu yang buagus-nya luar biasa. Keindahan bulu-nya ini cuma bisa dikalahkan oleh surai harimau. Pastinya si kudanil ini bangga banget sama bulu-nya yang indah itu. Setiap malam, supaya bulu-bulu-nya tetap kelihatan, kudanil selalu duduk dekat api unggun, dan makin lama makin dekat.

Sampai suatu hari, harimau mengingatkannya, “Nil… nil… Jangan duduk dekat-dekat api…”
Bukannya seneng diperhatiin, Kudanil malahan marah. Sampe akhirnya, kejadian dech… Kudanil ketiduran dan karena duduk terlalu dekat dengan api, akhirnya bulu-bulunya terbakar. Saking kagetnya, kudanil berusaha menyelamatkan diri dengan menceburkan diri ke sungai.

Tapi ya ampun… Waktu keluar dari sungai, sang kudanil baru sadar kalau bulu-bulu halusnya lenyap. Yang ada kulitnya yang kasar bekas luka bakar, karena malu kudanil buru-buru nyemplung lagi ke air, dan baru keluar kalau malam, pas gelap, saat semua binatang sudah tidur.

Kira-kira pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kudanil?

  • kudanil terlalu sombong
  • kudanil gak denger omongan orang
  • kudanil keras kepala

Apalagi coba?

Kudanil tidak mau terima masukan orang, terlebih dari Singa yang dianggap sebagai saingan sejati. Dia anggap, singa ngasih tau dia, karena iri… gak mau saingan

Sound familiar?
Gak mau nunjuk ke orang lah… Saya pribadi masih suka susaaaaah nerima kritikan orang, apalagi kalau kritikan asalnya dari orang tersayang (ya ampuuuun, bawaannya ngambek duluan…) Dikritik bawaannya ngajak berantem, dikoreksi marah, tapi tetap minta masukan. hihihi…

Pernah denger idiom, your enemy is your best friend?

Orang musuhan bawaannya mengkritik aja.
Coba sekarang gak peduli siapapun yang kasih masukan, sefrontal apapun caranya… Selalu mencari dan bertanya, “Di mana hadiahnya?”
Di dalam setiap kritikan paling pedas sekalipun selalu ada masukan berharga.

Contoh paling mudah
Saat dow*nline complain, “stock kosong terus, telpon ke cs susah, buang-buang pulsa.”
Kalo langsung kita bilang, “Lha, emang di mana-mana stock kosong, kita kan bisa cari produk Oriflame alternatif. Ato, gw aja nelpon ke cs antri, Bu… sabar aja kali…”

…hmm… alhamdulillah semua downline-ku mandiri

Tapi masukan apa yang bisa kita ambil dari sini?
Barangkali kita kurang memperhatikan downline, cuma nelpon/sms pas tupo doank.
Barangkali kita jarang mengingatkan downline untuk baca-baca info, untuk cek OOS yang kirim ke milis.
Barangkali… barangkali…
Begitu banyak masukan yang bisa kita dapet ya…

Seperti kata Mario Teguh di buku-nya, “Setiap pemimpin itu tugasnya melayani
Sudahkah kita melakukan hal tersebut?

Related posts:

Melakukan Semuanya dalam bisnis MLM Online
Istimewanya Lord Voldemort
Dekat Dengan Impian